Setiap orangtua memiliki keharusan untuk terus memantau perkembangan anak. Salah satunya yaitu kondisi stunting atau pertumbuhan yang tidak optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan panjang dan tinggi badan si kecil tergolong kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Hal ini perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Sederhananya, kondisi stunting ini mengakibatkan pertumbuhan anak terganggu. Kondisi tersebut mengakibatkan si kecil lebih pendek ketimbang anak seusianya. Namun, anak bertubuh pendek belum tentu juga mengalami kondisi tersebut.

Penyebab yang Harus Dikenali

stunting
stunting

Kondisi terhambatnya pertumbuhan anak ini ternyata ada beberapa penyebabnya. Ada beberapa faktor yang menjadi sumber masalahnya. Adapun penyebab-penyebabnya di antaranya seperti:

  • Masalah kesehatan si kecil yang terjadi di masa lalu.
  • Kebutuhan gizi anak tidak tercukupi secara optimal sejak lahir.
  • Asupan gizi buruk.
  • Sering terkena penyakit infeksi.
  • Bayi terlahir secara prematur.
  • Berat badan lahir rendah atau yang dikenal dengan BBLR,
  • Kekurangan asupan gizi pada ibu hamil.
  • Makanan anak saat di usia 2 tahun tidak tercukupi.

Ciri-Ciri Pertumbuhan Anak Tidak Optimal

Untuk mengatasi dan mencegah kondisi tersebut, bunda wajib mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Berikut kami jelaskan apa saja ciri-cirinya agar bunda bisa mengetahui cara mencegah dan mengatasinya.

1.      Tinggi Badan Tidak Sesuai Anak Seusianya

Bunda bisa membandingkan tinggi badan si kecil dengan anak lain seusianya. Pasalnya, kondisi keadaan ini menyebabkan si kecil pendek dilihat dari standar pengukuran tinggi badan anak berdasarkan usia menurut standar WHO.

2.      Pertumbuhan Si Kecil Lambat

Pertumbuhan si kecil dibandingkan dengan anak seusianya akan lebih lambat. Selain pertumbuhan tinggi badan, juga termasuk keterlambatan dalam pertumbuhan gigi. Selain itu, kondisi ini juga mengakibatkan wajah tampak lebih muda dari anak seusianya.

3.      Kemampuan Memori Anak Tidak Optimal

Selain pertumbuhan tinggi badan yang mengakibatkannya terhambat, juga mengakibatkan performa memori belajar yang kurang baik.

4.      Cenderung Lebih Pendiam

Si kecil yang terkena stunting juga bisa menjadi anak yang pendiam di usia 8 hingga 10 tahun. Selain pendiam, si kecil juga tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya.

5.      Berat Badan Cenderung Menurun

Selain berpengaruh pada tinggi badan, kondisi ini juga dapat mengakibatkan berat badan si kecil juga terhambat dan bahkan cenderung menurun dari anak seusianya.

6.      Telat Menstruasi Pada Anak Perempuan

Bagi anak-anak yang sudah remaja, khususnya perempuan, maka akan terjadi keterlambatan menstruasi. Terutama menstruasi pertama si kecil.

7.      Mudah Terserang Penyakit

Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak-anak mudah terserang penyakit. Pasalnya, kondisi ini sering diakibatkan oleh kekurangan gizi.

Penuhi Gizi Si Kecil dengan Makanan Sehat Dan Susu

Gizi menjadi faktor yang sangat penting untuk kesehatan si kecil. Selain itu, gizi juga dapat mencegah anak-anak terkena kondisi pertumbuhan yang kurang optimal. Maka dari itu, bunda harus memenuhi asupan gizi si kecil secara optimal.

Memenuhi asupan gizi si kecil bisa dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat dan bergizi. Mulai dari sayuran, buah-buahan, daging merah, daging ayam, dan lainnya. Selain itu, makanan-makanan tersebut harus diolah secara optimal.

Selain itu, bunda juga bisa menyempurnakannya dengan susu karena susu adalah minuman yang kaya akan kandungan gizi penting. Makanan bergizi dan susu akan memenuhi kebutuhan gizi anak dan juga mencegah kondisi pertumbuhan anak yang kurang optimal.

Demikian informasi seputar kondisi stunting pada anak-anak. Kondisi yang dapat mengakibatkan pertumbuhan si kecil menjadi tidak optimal dan mengalami keterlambatan pertumbuhan. Cegah kondisi tersebut dengan susu dan makanan bergizi.

Categories: Bisnis

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *