Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah keuangan adalah masalah yang sering dihadapi oleh seluruh kalangan masyarakat, baik itu untuk kebutuhan pendidikan, modal usaha, renovasi rumah, memperbaiki mobil rusak yang kecelakaan, atau beberapa kebutuhan mendadak lain yang mendesak. Cara yang dilakukan saat butuh dana cepat adalah mengajukan pinjaman. Sayangnya beberapa orang tidak berhati-hati dalam mengajukan pinjaman sehingga harus rela kehilangan rumah untuk disita.

Alangkah baiknya untuk melakukan beberapa pertimbangan penting sebelum mengajukan utang. Selain itu, Anda juga harus menghindari hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan saat mengajukan pinjaman. Berikut adalah 4 hal yang harus Anda hindari saat mengajukan pinjaman dana.

Memberikan Data Palsu

butuh dana cepat
butuh dana cepat

Semua lembaga pembiayaan, terutama yang online sudah pasti akan meminta beberapa data pribadi seperti KTP, KK, dan terkadang ada yang meminta akta nikah. Jangan sampai Anda memberikan data palsu hanya karena ingin cepat-cepat mendapatkan pinjaman.

Risiko yang paling rendah adalah pihak kreditur sudah pasti menolak pengajuan pinjaman yang Anda lakukan, dan risiko yang paling tinggi, bisa-bisa Anda dilaporkan ke pihak yang berwajib. Nah, serba repot kan, berniat pinjam uang tapi malah masuk penjara.

Pernah Mempunyai Riwayat Kredit Yang Buruk

Sebelum mengajukan pinjaman, Anda harus berkomitmen untuk membayarnya dengan lancar dan tepat waktu. Sebab, apabila sampai Anda memiliki riwayat kredit yang buruk, itu akan sangat mempengaruhi pengajuan pinjaman Anda di masa mendatang. Meskipun, riwayat kredit macet yang pernah Anda miliki berada di lembaga yang berbeda, namun akan tetap terdeteksi. Jadi, harus berhati-hati jangan sampai memiliki riwayat kredit yang buruk.

Tidak Memperhatikan Pendapatan

Nah, apabila Anda tidak menyesuaikan pendapatan dengan banyaknya pinjaman yang diajukan, bisa-bisa ini akan menjadi masalah besar untuk kehidupan Anda. Selain kebingungan mencari utang di beberapa tempat demi menutup utang yang lain, bisa-bisa rumah atau jaminan yang Anda jaminkan kena sita oleh pihak kreditur. 

Tentu saja Anda tidak ingin seperti itu kan? Oleh karena itu, lebih baik menyesuaikan besarnya pinjaman dengan pendapatan yang Anda miliki. Jangan sampai cicilan melebihi 30% dari pendapatan tiap bulan.

Asal Pilih Lembaga Pembiayaan

Poin yang tak kalah penting adalah lembaga pembiayaan yang akan dipilih. Mengadakan survey terlebih dahulu mengenai lembaga pembiayaan terbaik sangat perlu untuk dilakukan, sebab dalam memilih pihak kreditur Anda tidak boleh asal-asalan.

Pahami dengan baik apakah lembaga yang dipilih telah terdaftar dan diawasi OJK, lalu pertimbangkan bunga cicilan yang dikenakan, termasuk persyaratan dan ketentuan yang diwajibkan.

Ajukan Pinjaman Di Lembaga Pembiayaan Yang Terbaik dan Aman

Dalam mengajukan pinjaman sebaiknya mencari lembaga pembiayaan yang sudah aman dan terpercaya. Selain itu, proses pengajuan juga praktis dengan pelayanan yang sangat baik. Jika Anda mencari lembaga pembiayaan yang terbaik dan terpercaya, BFI Finance merupakan solusi yang tepat untuk membantu masalah keuangan Anda.

Mengapa Harus BFI Finance?

Persyaratan yang mudah dan tidak merepotkan membuat masyarakat banyak yang menyukai lembaga keuangan ini. BFI Finnace juga memiliki beberapa keunggulan menarik seperti proses pencairan dana yang sangat cepat, plafon kredit bernilai tinggi, telah memiliki 340 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan merupakan lembaga pembiayaan terpercaya yang sudah terdaftar dan diawasi OJK.

Dalam mengajukan pinjaman, Anda bisa memilih sendiri jenis jaminan yang akan diajukan, entah itu BPKB mobil, motor, atau sertifikat rumah. Proses yang mudah dan pencairan dana yang tidak mengunggu lama menjadikan BFI Finance sebagai lembaga keuangan yang mampu membantu masyarakat dengan maksimal ketika butuh dana cepat.

Categories: Bisnis

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *